Mencari hosting untuk blog | Dwiperdana

Mencari hosting untuk blog

Wed, Nov 7, 2018

Kira-kira 3 menit lah

Blog lama pake Tumblr, suatu hari diblok pemerintah. TL;DR Setelah lama mencari alternatif blog, akhirnya pake Hugo + Netlify CMS.

Mencari hosting untuk blog

Motivasi menulis datang dan pergi, tapi biasanya mudah untuk memulai karena sudah ada ‘rumah’nya. Tapi karena ‘rumah’nya digusur pemerintah (baca: Tumblr di-blok), perjalanan mencari alternatif dimulai.

Kriteria hosting blog yang dicari

Gratis

Sekian.

Kriteria tambahan

  • Mudah digunakan dan customizable
  • Aksesnya cukup cepat dari Indo
  • Bisa pake custom domain (dwiperdana.com)
  • Data aman/mudah migrasi ke platform lain

Selain faktor biaya, saya mencari platform yang cukup stabil dan mudah kalau nantinya harus pindah platform lagi. Opsi yang gratis cukup banyak, tapi tidak semua menyediakan semua fitur yang saya cari.

Beberapa kandidat

Wordpress

Ini adalah platform blogging saat awal saya menulis (saat ini masih ada tapi sudah ditinggalkan). Wordpress adalah salah satu teknologi web yang paling banyak digunakan, jadi sudah cukup familiar dengan sistem dan interfacenya.

Kelebihan Wordpress:

  1. Ada versi gratisnya (via wordpress.com)
  2. Dokumentasi dan plugin-nya cukup lengkap
  3. Ada jaringan antar penulis yang bisa diakses via akun wordpress.com (walau saya sendiri belum coba terlalu jauh)

Kekurangan Wordpress:

  1. Untuk bisa customize theme harus berbayar
  2. Kalau mau pake custom domain harus bayar paket Personal (bisa 4USD per month, tapi bayar untuk setahun di muka)
  3. Nomor 1 dan 2 bisa gratis, tapi harus host sendiri. Tapi hostingnya yang bayar (akhirnya nggak jauh beda, malah lebih gampang kalau bayar yang hosted di wordpress.com)

Blogger

Platform blogging dari Google ini sudah ada cukup lama, sayangnya tidak terlalu banyak update fitur dan masih sulit untuk customize theme dan lain-lainnya. Selain itu, barang Google bisa sewaktu-waktu dimatikan, jadi skip dulu buat Blogger.

Hugo + AWS S3

Hugo adalah salah satu static website generator, sesuai namanya, digunakan untuk membuat web statis. Cukup upload folder hasil dari build Hugo ke suatu folder /public_html dan website kita sudah bisa diakses. Salah satu cara untuk hostingnya adalah dengan AWS S3. Sayangnya cara ini cukup rumit dan akhirnya tidak gratis karena membutuhkan fitur berbayar dari AWS. Skip dulu yang ini.

Github Pages

Github punya fitur untuk kita bisa hosting static website (tanpa logic di server seperti PHP misalnya), ditujukan untuk website project yang disimpan di Github. Pesaing Github, Gitlab, juga punya fitur yang kurang lebih sama.

Kelebihan Github Pages:

  1. Kode blog ada di repo, jadi lebih mudah jika suatu hari nanti perlu migrasi ke platform lain.
  2. Custom domain itu fasilitas gratis, cukup mengatur target dari domain di pengaturan DNS
  3. Bisa digabung dengan static website generator untuk membuat website yang lebih oke
  4. Geek point +1 🧐

Kekurangan Github Pages:

  1. GitHub gratis hanya untuk open source project, agar bisa private harus berbayar. Ini membuat content blog jadi bisa dilihat orang lain, dan lebih mudah untuk dicopy. Gitlab menyediakan private repo secara gratis, jadi ini bukan masalah besar.
  2. Uptime belum bagus, setidaknya untuk Gitlab, cukup sering blognya tidak bisa diakses.
  3. Tidak ada CMS untuk menambah content dengan mudah, masih harus nulis file baru, lalu commit dan push ke Github/Gitlab agar dibuild dan publish otomatis.

Netlify CMS

Netlify menyediakan hosting untuk static website gratis, bisa dipasangi custom domain, terhubung dengan Gitlab. Fitur berbayarnya diberlakukan kalau kita membuat website yang dikerjakan oleh banyak user, sejauh ini katanya belum ada batasan satu orang boleh menyimpan berapa website, dengan catatan semua website itu statis.

Kelebihan utamanya ada pada Netlify CMS. Fitur ini memudahkan kita untuk menulis konten dan upload gambar, semua via Gitlab commit dan push, tapi dengan dashboard sederhana yang bisa diakses. Fitur ini memudahkan kita untuk menulis konten karena tidak harus menulis, commit, dan push manual via code editor & terminal.

Kompromi terakhir yang harus diambil adalah customize website harus manual edit kode HTML dan partial files Hugo, tapi karena di awal kita sudah diberikan template one-click deploy Hugo Website, modifikasinya tidak terlalu sulit.

Kita lihat saja bagaimana performa blog ini beberapa bulan ke depan. Semoga baik-baik saja.

Platform apa yang kamu gunakan untuk blogging?

comments powered by Disqus